KATA PENGANTAR
P uji dan
Syukur Penyusun Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan
Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini tepat pada
waktunya. Makalah ini membahas tentang bahan bangunan BATAKO.
Dalam penyusunan makalah
ini, penyusun banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan
dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Olehnya itu, penyusun
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu
dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal
dari Tuhan Yang Maha Esa.
Penulis menyadari bahwa makalah ini
masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya.
Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan
makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat kepada kita sekalian.
Rabu, 23 Oktober 2013
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata pengantar ........................................................................... i
Daftar isi ................................................................................... ii
BAB I ........................................................................................ 1
I.I Pendahuluan .................................................................... 1
I.II Identifikasi masalah ......................................................... 2
I.III Rumusan masalah ............................................................ 2
I.IV Batasan masalah .............................................................. 3
I.V Tujuan dan manfaat ......................................................... 3
I.VI Literatur / Tinjau pustaka ................................................ 3
BAB II ..................................................................................... 11
II.I Dasar teori bahan .......................................................... 11
2.1.1 Bahan Penyusun Batako ...................................... 11
II.II Dasar teori pembuatan .................................................. 15
2.2.1
Proses pembuatan batako ..................................... 15
BAB III ................................................................................... 19
III.I METODOLOGI ............................................................. 19
3.1.1 Lokasi dan Alir Survey ......................................... 19
3.1.2 Penyiapan Peralatan ............................................. 19
3.1.3
Survey di lapangan .............................................. 20
III.II FLOW CHART .............................................................. 24
BAB IV ................................................................................... 25
Pembahasan ............................................................................ 25
4.1 Data primer ............................................................. 25
4.2 Survey di lapangan .................................................. 26
BAB V .................................................................................... 27
Kesimpulan dan saran ............................................................. 27
DAFTAR PUSTAKA ............................................................. 28
BAB I
I.I Pendahuluan
Batako adalah campuran antara semen, agregat, dan air dengan atau
tanpa bahan tambahan. Batako yang dihasilkan oleh industri kecil pada umumnya
adalah batako padat. Batako tersebut dilihat secara langsung menunjukkan
kualitas yang cukup baik dengan permukaan yang mulus. Dari hasil peninjauan di
lapangan menunjukkan hasil yang dicapai antara industri rumah tangga dalam hal
jumlah batako yang dihasilkan dalam satu sak semen. Industri rumah tangga
bervariasi antara 60-80 buah batako. batako di lihat dari segi pembuatannya di
bagi menjadi tiga:
1.
Batako trass
atau putih.
bahan utama yang di pakai adalah
kapur, trass kemudian di campur dengan air. karena itu ada yang menamakan
batako jenis ini dengan sebutan batu cetak kapur trass. sedangkan trass adalah:
salah satu jenis tanah yang asalnya dari batu gunung berapi yang mengalami
pelapukan.
2.
Batako
semen/press.
Batako
press dibuat dari campuran semen dan pasir atau abu batu. Ada yang dibuat
secara manual (menggunakan tangan) dan ada juga yang menggunakan mesin.
Perbedaanya dapat dilihat pada kepadatan permukaan batakonya. Umumnya memliki
panjang 36-40 cm dan tinggi 18-20 cm. terdapat lubang di bagian sisinnya untuk
pengikat ketika di pasang. lubang tersebut jumlahnya tiga atau dua.
3.
Bata
ringan/Hebel.
Bata ringan
dibuat dari bahan batu pasir kuarsa, kapur, semen dan bahan lain yang
dikategorikan sebagai bahan-bahan untuk beton ringan.
I.II Identifikasi Masalah
1.
Masalah pertama yang terjadi adalah
belum mengetahui proses pembuatan batako secara langsung. Terdiri dari bahan
yang di gunakan dalam membuat batako, takaran dalam pencampuran bahan, proses
pencetakan batako, ukuran batako, dan lain sebagainnya.
2.
Masalah yang kedua ialah kualitas
batako. Banyak dari masyarakat yang kurang teliti dengan kualits dari batako.
Kebannyakan orang membeli batako itu di lihat dari segi fisiknya, tapi belum
tahu kekuatan atau ketahanan batako itu sendiri.
I.III Rumusan Masalah
Berdasarkan pendahuluan/latar belakang dan identifikasi masalah di
atas. Maka rumusan masalah sebagai berikut:
1.
Bagaimana proses pembuatan dari
batako?
2.
Bagaimana cara membedakan kualitas
batako yang baik dengan kualitas batako yang kurang baik?
I.IV Batasan Masalah
Kejadian dalam dunia pembangunan sangat cepat dalam
perkembangannya. Dari keterangan di atas yang paling utama di bahas dari
makalah ini adalah proses pembuatan batako. Mulai dari pencampuran sampai akhir
yaitu proses couring atau dalam konteks bahasa kita sehari-hari adalah
penyiraman dan batako jadinnya. Di dalamnya juga ada pengelompokan batako.
I.V Tujuan dan Manfaat
1.
Agar kita dapat mengetahui proses
dari pembuatan batako.
2.
Supaya dapat membedakan kualitas
batako.
I.VI Literatur/Tinjau pustaka
1.4.1 Batako
Batako merupakan bahan bangunan yang
berupa bata cetak alternatif pengganti batu bata yang tersusun dari komposisi
antara pasir, semen Portland dan air dengan perbandingan 1 semen : 4
pasir. Batako difokuskan sebagai konstruksi-konstruksi dinding bangunan
nonstruktural. Supribadi (1986) mengatakan bahwa batako adalah “ semacam batu
cetak yang terbuat dari campuran tras, kapur, dan air atau dapat dibuat dengan
campuran semen, kapur, pasir dan ditambah air yang dalam keadaan pollen (lekat)
dicetak menjadi balok-balok dengan ukuran tertentu”. Bentuk dari batako/batu
cetak itu sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu batu cetak yang berlubang (hollow
block) dan batu cetak yang tidak berlubang (solid block) serta
mempunyai ukuran yang bervariasi.
Dari beberapa pengertian diatas
dapat ditarik kesimpulan tentang pengertian batako adalah salah satu bahan
bangunan yang berupa batu-batuan yang pengerasannya tidak dibakar dengan bahan
pembentuk yang berupa campuran pasir, semen, air dan dalam pembuatannya dapat
ditambahkan dengan bahan tambah lainnya (additive). Kemudian dicetak melalui
proses pemadatan sehingga menjadi bentuk balok-balok dengan ukuran tertentu dan
dimana proses pengerasannya tanpa melalui pembakaran serta dalam
pemeliharaannya ditempatkan pada tempat yang lembab atau tidak terkena sinar
matahari langsung atau hujan, tetapi dalam pembuatannya dicetak sedemikian rupa
hingga memenuhi syarat dan dapat digunakan sebagai bahan untuk pasangan
dinding.
Karakteristik bata beton yang umum
ada dipasaran adalah memiliki densitas rata-rata > 2000kg/m3. Ditinjau dari
densitasnya batako tergolong cukup berat sehingga untuk proses pemasangan sebagai
konstruksi dinding memerlukan tenaga yang cukup kuat dan waktu yang lama
(Simbolon T. 2009).
Berdasarkan bahan pembuatannya
batako dapat dikelompokkan ke dalam 3 jenis, yaitu :
1.
Batako putih (tras).
Batako
putih dibuat dari campuran tras, batu kapur, dan air. Campuran tersebut
dicetak. Tras merupakan jenis tanah berwarna putih/putih kecoklatan yang
berasal dari pelapukan batu – batu gunung berapi, warnanya ada yang putih dan
ada juga yang putih kecoklatan. Umumnya memiliki ukuran panjang 25-3 cm, tebal
8-10 cm, dan tinggi 14-18 cm.
2.
Batako semen/batako press.
Batako
pres dibuat dari campuran semen dan pasir atau abu batu. Ada yang dibuat secara
manual (menggunakan tangan) dan ada juga yang menggunakan mesin. Perbedaanya
dapat dilihat pada kepadatan permukaan batakonya. Umumnya memliki panjang 36-40
cm dan tinggi 18-20 cm.
3.
Bata ringan
Bata ringan
dibuat dari bahan batu pasir kuarsa, kapur, semen dan bahan lain yang
dikategorikan sebagai bahan-bahan untuk beton ringan. Berat jenis sebesar 1850
kg/m3 dapat dianggap sebagai batasan atas dari beton ringan yang sebenarnya,
meskipun nilai ini kadang-kadang melebihi. Dimensinya yang lebih besar dari
bata konvensional yaitu 60 cm x 20cm dengan ketebalan 7 hingga 10 cm menjadikan
pekerjaan dinding lebih cepat selesai dibandingkan bata konvensional.
Batako diklasifikasikan menjadi dua
golongan yaitu batako normal dan batako ringan. Batako normal tergolong batako
yang memiliki densitas sekitar 2200-2400 kg/m3 dan kekuatannya tergantung
komposisi campuran beton (mix design). Sedangkan untuk beton ringan adalah
suatu batako yang memiliki densitas < 1800 kg/m3, begitu juga kekuatannya
biasanya disesuaikan pada penggunaan dan pencampuran bahan bakunya (mix
design). Jenis batako ringan ada dua golongan yaotu : batako ringan berpori
(aerated concrete) dan batako ringan non aerated. (Wisnu wijanarko. 2008)
Batako ringan berpori adalah beton
yang dibuat sehingga strukturnya banyak terdapat pori-pori, beton semacam ini
diproduksi dengan bahan batu dari campuran semen, pasir, gypsum, CaCO3 dan
katalis aluminium. Dengan adanya katalis Al selama menjadi reaksi hidradasi
semen akan menimbulkan panas sehingga timbul gelembung-gelembung yang
menghasilkan gas yang menghasilkan pori-pori yang membuat batako semakin
ringan. Berbeda dengan batako non aerated, pada beton ini akan menjadi ringan
dalam pembuatannya ditambahkan agregat ringan. Banyak kemungkinan agregat
ringan yang digunakan antara lain batu apung (pumice), perlit, serat sintesis,
slag baja dan lain-lain. Pembuatan batako ringan berpori tentunya jauh lebih
mahal karena menggunakan bahan-bahan kimia tambahan dan mekanisme pengontrolan
reaksi cukup sulit.
Batako yang baik adalah yang
masing-masing permukaanya rata dan saling tegak lurus serta mempunyai kuat
tekan yang tinggi. Persyaratan batako menurut PUBI 1982 pasal 6 antara lain
adalah “ permukaan batako harus mulus, berumur minimal satu bulan, pada waktu
pemasangan harus sudah kering, berukuran panjang 400 mm, lebar 200 mm dan tebal
100-200 mm, kadar air 25-35 % dari berat, dengan kuat tekan antara 2-7 N/mm2”.
Sebelum dipakai dalam bangunan, maka
batako minimal harus sudah berumur satu bulan dari proses pembuatannya, kadar
air pada waktu pemasangan tidak lebih dari 15 %. Agar didapat mutu batako yang
memenuhi syarat SI banyak faktor yang mempengaruhi.
Faktor yang mempengaruhi mutu batako
tergantung pada :
1.
Faktor air semen
2.
Umur batako
3.
Kepadatan batako
4.
Bentuk dan struktur batuan
5.
Ukuran agregat, dan lain-lain.
Ada beberapa keuntungan dan kerugian
dalam penggunaan batako. Keuntungan yang diperoleh dalam penggunaan batako
adalah:
1. Tiap m2 pasangan tembok, membutuhkan lebih sedikit batako jika
dibandingkan dengan menggunakan batu bata, berarti secara kuantitatif terdapat
suatu pengurangan.
2. Pembuatan mudah dan dapat dibuat secara sama.
3. Ukurannya besar, sehingga waktu dan ongkos juga lebih hemat.
4. Khusus jenis yang berlubang dapat befungsi sebagai isolasi udara.
5. Apabila pekerjaan rapi, tidak perlu diplester.
6. Lebih mudah dipotong untuk sambungan tertentu yang membutuhkan
potongan.
7.
Sebelum pemakaian tidak perlu
direndam air.
Sedangkan kerugian pemakaian batako
adalah sebagai berikut :
1. Karena proses pengerasannya membutuhkan waktu yang cukup lama ( 3
minggu), maka butuh waktu yang lama untuk membuatnya sebelum memakainya.
2. Bila diinginkan lebih cepat mengeras perlu ditambah dengan semen,
sehingga menambah biaya pembuatan.
3.
Mengingat ukurannya cukup besar, dan
proses pengarasannya cukup lama mengakibatkan pada saat pengangkutan banyak
terjadi batako pecah.
Dari beberapa pengertian diatas
dapat ditarik kesimpulan tentang pengertian batako adalah salah satu bahan
bangunan yang berupa batu-batuan yang pengerasannya tidak dibakar dengan bahan
pembentuk yang berupa campuran pasir, semen, air dan dalam pembuatannya dapat
ditambahkan dengan bahan tambah lainnya (additive). Kemudian dicetak melalui
proses pemadatan sehingga menjadi bentuk balok-balok dengan ukuran tertentu dan
dimana proses pengerasannya tanpa melalui pembakaran serta dalam
pemeliharaannya ditempatkan pada tempat yang lembab atau tidak terkena sinar
matahari langsung atau hujan, tetapi dalam pembuatannya dicetak sedemikian rupa
hingga memenuhi syarat dan dapat digunakan sebagai bahan untuk pasangan
dinding.
1.4.2 Klasifikasi Batako
Berdasarkan PUBI 1982, sesuai dengan
pemakaiannya batako diklasifikasikan dalam beberapa kelompok sebagai berikut :
1. Batako dengan mutu A1, adalah batako yang digunakan untuk konstruksi
yang tidak memikul beban, dinding penyekat serta konstruksi lainnya yang selalu
terlindungi dari cuaca luar.
2. Batako dengan mutu A2, adalah batako yang hanya digunakan untuk
hal-hal seperti dalam jenis A1, tetapi hanya permukaan konstruksi dari batako
tersebut boleh tidak diplester.
3. Batako dengan mutu B1, adalah batako yang digunakan untuk
konstruksi yang memikul beban, tetapi penggunaannya hanya untuk konstruksi yang
terlindungi dari cuaca luar ( untuk konsruksi di bawah atap).
4.
Batako dengan mutu B2, adalah batako
untuk konstruksi yang memikul beban dan dapat digunakan untuk konstruksi yang
tidak terlindungi. (Darmono, 2009)
1.4.3 Beton Ringan (Lighweight Concrete)
Pembuatan beton ringan pada
prinsipnya membutuhkan rongga didalam beton. Ada beberapa metode yang dapat
digunakan untuk membuat beton lebih ringan adalah sebagai berikut :
1. Dengan membuat gelembung – gelembung gas / udara dalam adukan semen
sehingga terjadi banyak pori - pori udara di dalam betonnya. Salah satu cara
yang dapat dilakukan dengan menambah bubuk aluminium ke dalam campuran adukan
beton.
2. Dengan menggunakan agregat ringan, misalnya tanah liat bakar, batu
apung atau agregat buatan sehingga beton yang dihasilkan akan lebih ringan dari
pada beton biasa.
3. Dengan cara membuat beton tanpa menggunakan butir – butir agregat
halus atau pasir yang disebut beton non pasir.
Keuntungan lain dari beton ringan
antara lain : memiliki nilai tahan panas yang baik, memiliki tahanan suara
(peredam) yang baik, tahan api. Sedangkan kelemahan beton ringan adalah nilai
kuat tekannya lebih kecil dibandingkan dengan beton normal sehingga tidak
dianjurkan penggunaanya untuk struktural.
Secara garis besar pembagian penggunaan beton ringan dapat dibagi
tiga yaitu ( Tjokrodimuljo,1996) :
1. Untuk non struktur dengan nilai densitas antara 240 – 800 kg/m3 dan
kuat tekan dengan nilai 0,35 – 7 MPa digunakan untuk dinding pemisah atau
dinding isolasi.
2. Untuk struktur ringan dengan nilai densitas antara 800 – 1400 kg/m3
dan kuat tekan dengan nilai 7 – 17 MPa digunakan dengan dinding memikul beban.
3. Untuk struktur dengan nilai densitas antara 1400 – 1800 kg/m3 dan
kuat tekan > 17MPa digunakan sebagai beton normal.
Pembagian beton ringan menurut
penggunaan dan persyaratannya dibagi atas (wisnu wijanarko. 2008) :
1. Beton dengan berat jenis rendah (Low Density Concrete)
dengan nilai densitas 240 – 800 kg/m3 dan nilai kuat tekan 0,35 – 6,9 MPa.
2.
Beton dengan menengah (Moderate
Trenght Lighweight Concrete) dengan nilai densitas 800 – 1440 kg/m3 dan
nilai kuat tekan 6,9 – 17,3 MPa.
3.
Beton ringan struktur (Structural
Lighweight Concrete) dengan nilai densitas 1440 – 1900 kg/m3 dan nilai kuat
tekan > 17,3 MPa.
BAB
II
II.I Dasar teori bahan
2.1.1 Bahan Penyusun Batako
Dalam
pembuatan batako pada umumnya bahan yang digunakan adalah pasir, semen dan air.
Berikut ini akan dijelaskan sekilas mengenai bahan-bahan yang digunakan dalam
pembuatan batako.
1.
Portland Cement (PC)
Semen
adalah bahan yang mempunyai sifat adhesif dan sifat kohesif yang digunakan
sebagai bahan pengikat (bonding material) yang dipakai bersama dengan batu
kerikil, pasir dan air. Portland semen merupakan bahan utama atau komponen
beton terpenting yang berfungsi sebagai bahan pengikat anorganik dengan bantuan
air dan mengeras secara hidrolik.
Semen
Portland adalah material yang mengandung paling tidak 75 % kalsium silikat
(3CaO. dan 2CaO, sisanya tidak berkurang dari 5% berupa Al silikat, Al ferit
silikat, dan MgO. Pada dasarnya dapat disebutkan 4 unsur yang paling terpenting
dari Portland Cement adalah : 2SiO2SiO)
1. Trikalsium Silikat
(C3S) atau 3CaO.SiO2
2. Dikalsium Silikat
(C2S) atau 2CaO.SiO2
3. Trikalsium Aluminat
(C3A) atau 3CaO.Al2O3
4. Tetrakalsium
Aluminoferit (CAAF) atau 4CaO.Al2O3.FeO3
Semen
portland yang digunakan sebagai bahan struktur harus mempunyai kualitas yang
sesuai dengan ketepatan agar berfungsi secara efektif. Pemeriksaan dilakukan
terhadap yang masih berbentuk kering, pasta semen yang masih keras dan beton
yang dibuat darinya.
Sifat
kimia yang perlu mendapat perhatian adalah kesegaran semen itu sendiri. Semakin
sedikit kehilangan berat berarti semakin sedikit kesegaran semen. Dalam keadaan
normal kehilangan berat sebesar 2% dan maksimum kehilangan yang diijinkan 3%.
Kehilangan berat terjadi karena adanya kelembaban dan karbondioksida dalam
bentuk kapur bebas atau magnesium yang menguap.
2. Pasir
Pasir
merupakan bahan pengisi yang digunakan dengan semen untuk membuat adukan.
Selain itu juga pasir berpengaruh terhadap sifat tahan susut, keretakan dan
kekerasan pada batako atau produk bahan bangunan campuran semen lainnya.
Pada
pembuatan batako ringan ini digunakan pasir yang lolos ayakan kurang dari 5 mm
(ASTM E 11-70) dan harus bermutu baik yaitu pasir yang bebas dari lumpur, tanah
liat, zat organik, garam florida dan garam sulfat. Selain itu juga pasir harus
bersifat keras, kekal dan mempunyai susunan butir (gradasi) yang baik.
Menurut Persyaratan Bangunan Indonesia agregat halus sebagai campuran untuk
pembuatan beton bertulang harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1. Pasir
harus terdiri dari butir-butir kasar, tajam dan keras.
2. Pasir
harus mempunyai kekerasan yang sama.
3. Agregat
halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5%, apabila lebih dari 5% maka
agregat tersebut harus dicuci dulu sebelum digunakan. Adapun yang dimaksud
lumpur adalah bagian butir yang melewati ayakan 0,063 mm.
4. Pasir
harus tidak boleh mengandung bahan-bahan organik terlalu banyak.
5. Pasir
harus tidak mudah terpengaruh oleh perubahan cuaca.
6. Pasir
laut tidak boleh digunakan sebagai agregat untuk beton.
(Wijanarko, W.2008)
3.
Air
Air
yang dimaksud disini adalah air yang digunakan sebagai campuran bahan bangunan,
harus berupa air bersih dan tidak mengandung bahan-bahan yang dapat menurunkan
kualitas batako. Menurut PBI 1971 persyaratan dari air yang digunakan sebagai
campuran bahan bangunan adalah sebagai berikut:
1. Air
untuk pembuatan dan perawatan beton tidak boleh mengandung minyak, asam alkali,
garam-garam, bahan-bahan organik atau bahan lain yang dapat merusak dari pada
beton.
2. Apabila
dipandang perlu maka contoh air dapat dibawa ke Laboratorium Penyelidikan Bahan
untuk mendapatkan pengujian sebagaimana yang dipersyaratkan.
3. Jumlah
air yang digunakan adukan beton dapat ditentukan dengan ukuran berat dan harus
dilakukan setepat-tepatnya.
Air
yang digunakan untuk proses pembuatan beton yang paling baik adalah air bersih
yang memenuhi syarat air minum. Jika dipergunakan air yang tidak baik maka
kekuatan beton akan berkurang. Air yang digunakan dalam proses pembuatan beton
jika terlalu sedikit maka akan menyebabkan beton akan sulit dikerjakan, tetapi
jika air yang digunakan terlalu banyak maka kekuatan beton akan berkurang dan
terjadi penyusutan setelah beton mengeras.(Wijanarko, W. 2008)
4. Sabut
Kelapa
Sabut
kelapa mempunyai struktur yang serupa dengan peredam yang telah ada. Di sisi
lain, kelapa dihasilkan di Indonesia dalam jumlah besar. Menurut Direktorat
Jenderal Perkebunan tahun 1997, areal perkebunan kelapa di Indonesia mencapai
luas 3.759.397 ha. Dan menurut humas Departemen Pertanian, produksi kelapa di
Indonesia pada tahun 2002 mencapai 85 juta ton kelapa kering (kopra).
Dari
hasil panen kelapa yang melimpah di Indonesia, tentunya akan dihasilkan produk
sampingan berupa sabut kelapa yang sangat melimpah. Karena sabut kelapa yang dihasilkan
dari sebuah Kelapa adalah sekitar 35% berat buah. Namun, belum semua sabut
kelapa yang ada dimanfaatkan dengan optimal.
Sabut
kelapa mengandung lemak yang dapat membuat ikatan antara semen, pasir dan air
dengan sabut kelapa menjadi tidak kuat sehingga dapat membentuk pori pada
batako. Untuk itu diperlukan cairan NaOH atau alkohol untuk dapat melepaskan
lemak pada sabut kelapa tersebut.
II.II Dasar teori pembuatan
Saat ini beton sangat
umum dan telah dibuktikan oleh waktu sebagai bahan dinding yang tahan gempa.
Beton atau yang umum di
kenal di masyarakat dengan sebutan batako ini dapat di produksi
dengan tangan dan mesin.
2.2.1 Proses pembuatan batako:
Ø Bahan
– bahan yang diperlukan untuk membuat batako adalah :
Bahan
baku yang terdiri dari pasir, semen dan air harus memiliki perbandingan 75:20:5.
Perbandingan komposisi bahan baku ini adalah sesuai dengan Pedoman Teknis yang
di keluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum tahun 1986.
Ø Peralatan yang diperlukan :
Ø Persiapan :
Siapkan perkakas, peralatan dan bahan. Ayak pasir pertama dengan ayakan pasir 1 cm2 untuk memisahkan batu-batu yang besar. Lalu
ayak lagi dengan ayakan yang lebih kecil untuk mendapatkan pasir halus. Pasir
harus bersih dari kotoran, sampah dan lumpur.
Ø
Mengaduk Beton :
1.
Taburkan
sejumlah pasir yang telah diukur setebal 10 cm di kotak adukan.
2.
Tuang semen di atas pasir dan aduk
keduanya secara bersama-sama sampai warna keduanya
tercampur.
3.
Bentuk adukan menjadi gundukan, dan buat
lubang seperti cekungan di tengah.
4.
Siram dengan sedikit air secara perlahan
dan aduk sampai terbentuk pasta yang merata.
5.
Jika menggunakan kerikil, sekarang
tambahkan dalam takaran yang sesuai kerikil dan aduk
hingga setiap kerikil terlapisi secara merata.
6.
Periksa adukan: ambil segenggam penuh adukan
dan bentuk seperti bola kecil. Jika bola
tersebut tidak retak, dan tangan sedikit basah, adukan
siap untuk dicetak.
7.
Untuk perbandingan adukannya digunakan 1
bagian semen bermutu baik + 2 bagian pasir
sungai yang bersih + 3 bagian kerikil + Air secukupnya.
Ø Langkah selanjutnya adalah siapkan alat cetakan:
1.
Masukkan adukan beton kedalam ember.
2.
Tempatkan bagian bawah cetakan ke tempat
yang benar (di bawah atap atau tempat teduh
lainnya).
3.
Beri oli dibawah cetakan.
4.
Tuang adukan beton kedalam cetakan.
5.
Letakkan alat tekan cetakan di atas bagian
bawah cetakan.
6.
Tekan alat tekan lurus ke bawah hingga
“bagian kakinya” menyentuh lantai pada ke
dua sisi.
7.
Injak dengan kaki ke atas “kaki” alat
tekan cetakan, tekan cetakan, ambil pegangan bagian
bawah cetakan, perlahan – lahan angkat bagian
atas cetakan.
8.
Letakkan bagian bawah cetakan ke tanah
secara perlahan.
9.
Keluarkan peralatan tekan dari bagian
bawah cetakan. pisahkan ke samping.
10.
Perlahan-lahan
angkat bagian bawah cetakan ke atas, dan tempatkan
di samping batako yang baru jadi.
11.
Biarkan batako yang baru selama 1 hari,
jangan kena sinar matahari langsung .
12.
Setelah 1 hari, batako ditumpuk dan
dilakukan curing selama seminggu.
Bersihkan
cetakan dari debu dan beri minyak lagi di cetakan dan batako berikutnya siap
dicetak. batako
dipasaran:
v Batako Tras/Putih panjang 20
cm–30 cm, tebal 8 cm–10 cm, dan tinggi 14 cm–18 cm.
v Batako Semen memiliki
panjang 36 cm–40 cm, tinggi 18 cm–20 cm dan tebal 8 cm–10 cm.
v Batako Ringan dimensinya
yang lebih besar dari bata konvensional yaitu 60 cm x 20cm dengan ketebalan 7
hingga 10 cm.
BAB III
METODOLOGI
3.1.1 Lokasi dan Alir Survey
Survei
yang akan dilakukan yaitu pada industri kecil yang berada di Kabupaten Pasuruan,
tepatnya di Jl. Raya Warungdowo. Industri kecil yang digunakan sebagai objek
survey yaitu industri kecil yang mempunyai lahan usaha serta pekerja yang cukup
memadai dalam pembuatan batako. Dan bagan alur survey kami adalah seperti pada
bagan flowchart yang dilampirkan.
sebelum
survey dimulai, yang perlu dilakukan adalah: mengerti teori dari batako,
definisi batako, jenis-jenis batako, ukuran batako, dan lain-lain yang mengenai
tentang batako dinding.
3.1.2 Penyiapan
Peralatan
Peralatan yang digunakan untuk survey di lapangan, terdiri atas :
·
kamera:
untuk mendokumentasikan gambar.
·
alat tulis
dan buku tulis: untuk mencatat hal-hal yang penting dalam survey
·
perekem
suara: untuk merekam suara narasumber. bertujuan untuk bahan evaluasi.
3.1.3 Survey di lapangan
Industri kecil yang bernama
Raja Tegel Sejagat. industri yang berlokasi di RT/RW 003/011 ini berdiri sejak
tahun 90-an. dan perkembanganya sampai sekarang sudah lumayan berkembang. industri
Raja Tegel Sejagat ini memproduksi: Batako, Betonbis, dan Paving. yang di
survey kali ini adalah Batako Press (semen).
Batako press disini terbuat
dari campuran pasir, semen gresik, sedikit air, dan di tambah dengan abu batu.
Abu batu disini berfungsi untuk memperkuat batako. bahan-bahan di industri sini
mendapat dari lingkungan sekitar pasuruan saja.
v Proses Pembuatan
o
Bahan –
bahan yang diperlukan untuk membuat batako adalah :
Bahan baku
yang terdiri dari pasir, semen, abu batu dan air ini memiliki perbandingan 75 : 20 : 2 : 3.
o
Peralatan yang diperlukan :
o
Persiapan
Siapkan perkakas, peralatan
dan bahan. Ayak pasir pertama dengan ayakan pasir 1 cm2 untuk
memisahkan batu-batu yang besar. Lalu ayak lagi dengan ayakan yang lebih kecil
untuk mendapatkan pasir halus. Pasir harus bersih dari kotoran, sampah dan
lumpur.
o
Pencampuran
E
Taburkan
sejumlah pasir di mesin pencmpur
E
Tuang semen
di atas pasir dan aduk keduanya secara bersama-sama sampai warna keduanya tercampur. 1
bal semen dapat menghasilkan 60 biji batako press.
E
Siram dengan
sedikit air bercampur dengan abu batu secara perlahan dan aduk sampai terbentuk pasta yang
merata.
E
Periksa
adukan: ambil segenggam penuh adukan dan bentuk seperti bola kecil.
Jika bola tersebut tidak retak, dan tangan sedikit
basah, adukan siap untuk dicetak.
o
Cetak
E
Masukkan
adukan beton kedalam ember
E
Tempatkan
bagian bawah cetakan ke tempat yang benar (di bawah atap atau tempat teduh lainnya)
E
Beri oli
dibawah cetakan
E
Tuang adukan
beton kedalam cetakan
E
Tekan alat
tekan cetakan di atas bagian bawah cetakan
E
Letakkankan
alat tekan lurus ke bawah hingga “bagian kakinya” menyentuh lantai pada ke dua sisi
E
Injak dengan
kaki ke atas “kaki” alat tekan cetakan, tekan cetakan, ambil pegangan bagian bawah cetakan,
perlahan – lahan angkat bagian atas cetakan
E
Letakkan
bagian bawah cetakan ke tanah secara perlahan
E
Keluarkan
peralatan tekan dari bagian bawah cetakan. pisahkan ke samping.
E
Perlahan-lahan
angkat bagian bawah cetakan ke atas, dan tempatkan di samping batako yang baru jadi
E
Biarkan
batako yang baru selama 1 hari, jangan kena sinar matahari langsung
E
Bersihkan
cetakan dari debu dan beri minyak lagi di cetakan dan batako berikutnya
siap dicetak.
o
Couring/Penyiraman
E
Setelah 1
hari, batako ditumpuk dan dilakukan curing selama seminggu .
E
1 hari 1
kali di lakukan penyiraman, selama 1 minggu. proses inilah yang membuat batako
press itu kuat.
ukuran batako press yang di
produksi disini adalah : 40 x 18 x 10. dengan berat batako 10kg / bijinnya .
batako yang baik kualitasnya itu tidak gampang protol. kalau batako yang
gampang protol itu kurang baik kualitasnya.
FLOW CHART
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1
Data Primer
- Batako
pres dibuat dari campuran semen PC dan pasir atau abu batu.
- Ada
yang dibuat secara manual (menggunakan tangan), ada juga yang menggunakan
mesin. Perbedaannya bisa dilihat pada kepadatan permukaan batakonya.
- Umumnya
memiliki ukuran panjang 36-40 cm, tebal 8–10 cm, dan tinggi 18-20 cm.
- Untuk dinding
seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan:
1. Batako pres
= 15 buah
2. Semen PC =
0,125 sak
3. Pasir ayak
(pasir pasang} = 0,015 m3
- Kelebihan
dinding batako pres:
1. Kedap air
sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
2. Pemasangan
lebih cepat.
3. Penggunaan
rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9 – 12 m2.
- Kekurangan
dinding batako pres:
1. Harga
relatif lebih mahal dibanding batako tras.
2. Mudah
terjadi retak rambut pada dinding.
3. Mudah
dilubangi karena terdapat lubang pada bagian sisi dalamnya.
4.2 Survey
di lapangan
o
batako pres dibuat dari campuran:
pasir, semen gresik, abu batu dan air secukupnnya.
o
dibuat dengan menggunakan mesin.
o
ukuran panjang: 40 cm lebar 10 cm,
dan tinggi 18 cm.
o
batako press tidak gampang protol di
bandingkan dengan batako trass.
BAB V
Kesimpulan dan saran
5.1. Kesimpulan
Dari hasil survey batako press di atas. kita dapat mengetahui bagaimana
proses pembuatan batako. mulai dari kelebihan batako sampai kekurangan batako.
dapat disimpulkan disini batako itu bisa jadi pengganti batu bata merah. selain
dari harga murah, untuk proses pembangunnanya juga cepat. batako yang kuat itu
batako yang tidak mudah protol kalau dicuil.
5.2. Saran
1.
Sebaiknya
agregatnya pakai yang halus yang terhindar dari sampah, kandungan lumpur yang
agak banyak, atau kotoran-kotoran yang lain.
2.
untuk air
sebaiknya menggunakan air sumber yang bersih dan jernih. jangan air-air kotor,
atau sisa-sisa air rumah tangga.
No Deposit Casino Coupon Codes $55
BalasHapusTop 10 no カジノ シークレット deposit casino coupon codes for December 2021. No Deposit Bonus Codes $55. Save 15% or more on your 카지노 next purchase with our m88 ทางเข้า no deposit casino coupon
The 20 Best Casino Sites in San Francisco - Mapyro
BalasHapusBut 안성 출장샵 it can be overwhelming to 광양 출장마사지 find the best, with the largest collection of slot machines, table games and games 과천 출장샵 in 원주 출장안마 the 속초 출장마사지 city. Find out where you can